Selamat Lebaran!

Senin, 28 Juli 2014

Antara kebahagiaan dan kesedihan menjadi satu.

Bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah dan penuh dengan ampunan telah meninggalkankan kita. Namun, kebahagiaan juga kita rasakan karena datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Kita akan selalu merindukan kehadiran Bulan Ramadhan. Kita akan selalu merindukan saat saat sahur dan berbuka puasa dengan sanak saudara. Merindukan saat berbondong bondong memenuhi Masjid & Mushola buat shalat Tarawih.

Dan anak anak SD akan merindukan saat saat bahagia dan ceria waktu mengisi buku Ramadhan.

Entah apa cuman gw yang merasa kalau Ramadhan tahun ini berasa begitu cepat. Apakah itu efek gw yang sangat menikmati puasa tahun ini? Kebetulan, puasa tahun ini tuh bertepatan dengan libur kuliah. Jadi, kalau malam gw begadang dan siang hari gw tidur sepuasnya. Bagaikan sang bintang pentas.

Begitu cepat, hingga tak terasa kalau hari ini kita sudah harus berpisah dengan Ramadhan. 

Biasanya, kalau malam takbiran gini ya gw biasa ke Mushola. Selain ikut Takbiran, juga mendapat mandat dari pengurus Mushola untuk mengantarkan zakat fitrah kepada mereka yang LAYAK mendapatkanya.

Itu semua, kita harus begadang semalam suntuk. Tapi, untuk kali ini gw cuman sampai bagiin zakat fitrah ke orang orang doang. Udara lagi ga bersahabat, dinginnya udah kayak di gurun es. 

Gw dan pemuda pemuda disini biasanya ngantarin zakat fitrah itu jalan kaki. Selain karena medan yang kita tempuh lumayan berat ( harus masuk ke kolong2 gang sempit, mendaki pegunungan, dan lewati kuburan ), kita juga bisa berolahraga ( Jalan Santai ) meskipun 17an masih lama. 

Tahun tahun sebelumnya sih gw ga pernah absen begadang di Mushola buat takbiran semalam suntuk. Ga semua bisa begadang semalam suntuk, mungkin hanya orang orang yang beriman kuat yang bisa melek semalem suntuk di Mushola.

Diantara kita yang begadang semalam suntuk, pasti terdapat sebuah keadaan dimana ada yang gugur dan memilih untuk tidur. Nah, ini yang biasanya jadi korban keusilan gw dan anak2 yang lain. Ada yang mulutnya dimasukin gorengan lah, jempol kakinya di tali sama microphone, bahkan sampai ada yang  dipindahin ke luar karena suara dengkurannya sangat merusak gendang telinga.

Tapi itu semua ga bisa gw lakuin malam ini. tahun ini gw sehabis nganterin zakat fitrah langsung pulang, ganti baju, berak, terus nulis ini deh. hehehe

Halal Bihalal, yap tradisi yang masih dilakukan di daerah gw. Setelah sungkeman ke orang tua, biasanya gw dan keluarga ( Ayah, Ibu, Adik ) keliling ke rumah rumah warga sekitar dan rumah saudara buat silaturahmi. 

Silaturahmi nya sih ngga masalah, tapi malesnya itu pas denger pertanyaan...

"loooh, pacarnya mana? kok ga di ajak?"

atau

"Ini anak yang pertama kan? waah, sudah dewasa, kapan nih nyebarin undangan pernikahan?"

atau, seperti ucapan temen SD gw yang sangat menguras batin ini...

"ini loh bro, anak & istri gw. kita sangat harmonis, loh. kamu kapan nikah?"

Kalau ada kata kata seperti itu yang mengarah ke gw, pada saat itu gw hanya jawab dalam hati ... 

"Ya Allah, aku sudah memafkan mereka. ampunilah mereka Ya Allah"

Bertahun tahun mengalami hal seperti itu, akhirnya gw udah kebal. Dan hanya menjawab pertanyaan mereka dengan senyum ala jablay.

Idul fitri itu bukanlah sebuah akhir, namun merupakan awal. Apakah kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan atau tidak, itu masih misteri. Tapi, gw masih berharap semoga bisa bertemu lagi dengan Ramdhan & Lebaran tahun depan.

Lupakanlah perpecahan yang terjadi di negara ini. Quick count salah, Survey tidak akurat, Pemberitaan yang beda, KPU salah, semua salah, manusia banyak salah & memang tempatnya salah. 

"Atas nama saya dan keluarga, Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga kita termasuk bersama orang orang yang kembali dengan sebuah kemenangan. Mohon maaf lahir dan batin"

Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 SAWAN!!!
Distributed By My Blogger Themes | Design By Herdiansyah Hamzah