Lagi lagi dunia pertelevisian Indonesia dihebohkan dengan serial Mahabharata. Serial dari India yang mampu menyedot penonton dari berbagai kalangan ini berhasil menggesar kedigdayaan Ganteng Ganteng Seringgila & Tukang Kubur Naik Haji.
![]() |
| Mahabharata India |
Jujur serial ini terdapat banyak manfaat dibandingkan sinetron lainnya yang jam tayangnya sama. Dari segi edukasi, sejarah, dan budaya memang sangat menonjol. Namun, tak lain dan tak bukan adalah menjamurnya ABG hilang arah yang dulunya suka nonton GGS kini jadi penggemar Mahabharata karena pemainnya lebih Ganteng daripada yang Ganteng Ganteng kok vampir itu. Tapi yg gw ga suka adalah kebanyakan hanya melihat sisi ketampanan pemainnya, bukan karena inti ceritanya. Tapi ya ga masalah sih, emang serial india ini bagus & layak ditonton segala umur.
Keberhasilan salah satu stasiun TV swasta menayangkan Mahabharata, ternyata ingin ditiru oleh stasiun tv lain. Dan kalian pasti tau hasilnya gimana, gaje dan terasa menjiplak. Mungkin di antara kalian itu mengira cerita Mahabharata India itu sama dengan di Indonesia.
![]() |
| Pandawa Lima ver. Tipi Belah Ketupat |
Padahal, terdapat banyak perbedaan di dalamnya. Blunder stasiun tv yang ikut ikutan bikin Mahabharata akhirnya memilih menghentikannya karena rating jeblok. yaiylah, harusnya kalau mau ngalahin Mahabharata di tv merah harusnya bikin Mahabharata yang sesuai dengan cerita di Indonesia. Indonesia punya kebudayaan yang berbeda dengan India, sehingga oleh pujangga jawa cerita Mahabharata India diubah sesuaikan dengan kondisi budaya di Indonesia.
Contoh yang pertama adalah Drupadi / Panchali. Di Mahabharata India, dia adalah istri kelima anggota Pandawa. Sedangkan di Mahabharata versi Jawa dia hanyalah istri dari Puntadewa/Yudhistira.
![]() |
| Drupadi |
Di kisah Mahabharata India tidak terdapat hal yang terdapat di Mahabharata Jawa. di cerita India tidak ada Antareja, Antasena, Wisanggeni, & Punakawan. Tapi, karena dalang di Indonesia ini sangat kreatif dan patut diacungi jempol, maka diciptakanlah tokoh tokoh tersebut.
Antareja atau Anantareja adalah putra sulung Werkudara / Bima dari istri Nagagini. Antareja adalah cucu penguasa dasar laut bernama Antaboga. Ia mewarisi keahlian kakeknya dari bangsa ular, bahkan bisa membunuh lawannya hanya dengan menjilat jejak kaki lawannya.
| Antareja |
Antasena adalah putra bungsu dari Werkudara dari hubungannya dengan Urang Ayu. Ia adalah adik bungsu dari anak werkudara yang lain yaitu Antareja & Gatotkaca. Dia ini seperti bapaknya, tidak bisa bicara dengan basa krama. Mampu terbang seperti Gatotkaca, amblas ke bumi dan menyelam di dalam
air, serta kulitnya dilindungi sisik udang yang membuat dia kebal
terhadap semua jenis senjata.
![]() |
| Antasena |
Anak Arjuna/Janaka yang terkenal mungkin Abimanyu, tapi ia masih punya banyak anak lain. Salah satunya Wisanggeni. Wisanggeni adalah anak Arjuna dari Dewi Dresanala. Ia lahir karena
Dresanala bersikukuh tidak menggugurkan kandungannya seperti tujuh
bidadari yang juga hamil karena sebagai anugerah Dewa kepada Arjuna yang
telah membebaskan kahyangan dari raksasa Niwatakawaca karena
menginginkan Dewi Supraba.
![]() |
| Wisanggeni |
Dalam kisah Mahabharata India , mereka bertiga itu tidak ada. Sehingga, dalam kisah Mahabharata jawa mereka tidak ikut serta. Dikarenakan mereka menjadi tumbal kemenangan Pandawa. Lagipula, jika mereka bertiga ikut serta perang Bratayuda tidak akan berlangsung lama hingga berhari hari karena kesaktian mereka bertiga yg tak tertandingi.
Kemudian tokoh yang tak ada di kisah india tapi ada di jawa adalah punakawan. Semar, Gareng, Petruk Bagong ( dalam wayang banyumasan disebut Bawor ). Mereka ini adalah abdi atau pengikut. Namun meskipun mereka hanyalah seorang abdi, tapi para Pandawa sangat patuh pada mereka terlebih pada Semar. Karena diyakini kalau Semar adalah jelmaan Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru, raja para dewa.
![]() | ||
| Punakawan |
![]() |
| Semar |
Memang dari kecil aku sudah suka sama cerita cerita dan koleksi buku buku tentang Wayang. Bahkan tak hanya wayang, kesenian tradisional jawa pun aku suka. Wong kalau nonton kuda lumping aja sering ikut kesurupan kok. ._.
Hanya sekedar sharing aja ya, kalau ada kesalahan maaf ya. Intinya sih jangan lupakan kebudayaan & identitas bangsa Indonesia, Merdeka !







Tidak ada komentar:
Posting Komentar