10 Tahun yang lalu untuk pertama kalinya Indonesia memiliki presiden melalui pilpres yang dipilah langsung oleh rakyat. Dari situ terpilihlah Susilo Bambang Yudhoyono dan wakilnya Jusuf Kala. 5 tahun berselang, sang Presiden kembali terpilih. Namun kini ia didampingi oleh Boediono. 10 tahun menjabat sebagai Presiden, banyak hal yang sudah beliau lakukan untuk bangsa ini. Terutama untuk kesejahteraan rakyat.
10 tahun bukanlah waktu yang lama. Ingatkah kalian saat fotonya menemani kita saat belajar di sekolah? Saya mengalaminya sendiri, foto beliau telah menemani saya belajar di sekolah. Mulai dari saat saya masih kelas 6 SD hingga saya lulus dari bangku Sekolah Menengah. Sampai saya menjadi Mahasiswa pun fotonya masih terpajang di dinding kelas.
Sudah terpilih dua kali artinya beliau tak dapat lagi mencalonkan diri kembali di pilpres 2014. Muncullah nama nama calon yang akan mengisi kursi presiden dan wakil presiden. Mulai dari pembentuk grup soneta, mantan jendral, hingga pengacara yang bisanya ngomel ngomel di media sosial.
Beragam pencitraan dilakukan para calon ini demi merauk masa. Hingga menayangkannya di televisi dengan cara menyamar nyamar. Setelah melalui proses yang begitu panjang, maka terpilihlah dua kandidat yang akan bertarung di pilpres 2014. Joko Widodo & Jusuf Kala VS Prabowo & Hatta Rajasa.
Kampanye hitam, bully bullyan di media sosial, fitnah diantara pendukung calon terhadap musuhnya sempat ramai di berbagai media sebelum pilpres dimulai. Pada hari pemungutan suara, terdapat kontroversi tentang Quick Count atau perhitungan cepat dari berbagai lembaga survei. Adanya perbedaan quick count yang begitu mencolok dan membuat kedua kubu merasa menang. Namun kevalidan survey yg memenangkan kubu nomor urut 1 sangatlah diragukan. Mulai dari hasil presentase suara yang jika dijumlahkan lebih dari 100%, hingga membuat sang capres no 1 angkat bicara dan ngotot untuk menunggu hasil hitung dari KPU.
Pada saat perhitungan KPU yang memenangkan kembali pasangan no 2, sang capres no 1 memerintahkan saksinya untuk walk out meskipun perhitungan belum selesai. Ia menganggap KPU sudah cacat hukum, diskrimiatif, dan blabla bla...
Awalnya mereka tak akan meneruskan hal ini ke Mahkamah Konstitusi, namun akhirnya jalan ke MK ditempuh juga. Pengajuan berkas diterima meskipun pada saat itu ditolak karena banyaknya data yang harus direvisi. Sidang MK digelar, kembali MK membuat pasangan no 1 gigit jari. Sudah tak dapat berbuat apa apa lagi dan seharusnya mengakui kekalahan.
Presiden baru terpilih nomor 2, Joko Widodo & Jusuf Kala akhirnya akan dilantik 20 Oktober 2014. Selamat dalang pemimpin baru. Terima kasih untuk SBY atas jasa jasanya selama ini. Tidaklah muluk muluk kalau kita harus bertepuk tangan memberikan apresiasi atas kepemimpinannya selama 10 tahun ini. Perpecahan antara kedua kubu no 1 & 2 semasa pilpres kemarin harusnya sudah terselesaikan. Yang ada adalah PERSATUAN INDONESIA
Selamat mengemban tugas Jokowi-JK !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar